Menganalisis Hasil Uji Coba Instrumen Penilaian Agama Islam di MI/SD

 

🌼Menganalisis Hasil Uji Coba Instrumen Penilaian Agama Islam di MI/SD🌼

Tujuan uji coba instrumen adalah untuk menguji validitas, reliabilitas, dan tingkat kesukaran tiap-tiap item soal. Untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini diperlukan analisis data. Analisis Butir soal menggunakan Item Respon Butir (IRT) Kualitas butir soal dapat diketahui melalui analisis butir soal.Menurut S. Hamid & Aswi (1991) dalam Wardani Naniek dkk., (2012 : 335) analisis butir soal diperlukan untuk :

1.      Mengetahui kekuatan dan kelemahan butir tes, sehingga dapat dilakukan dengan seleksi revisi butir soal.

2.      Memperoleh informasih tentang spesifikasi butir soal secara lengkap, sehingga kan lebih memudahkan bagi guru menyusun perngkat soal yang akan memenuhi kebutuhan ujian dalam bidang dan tingkat tertentu.

3.      Segera dapat diketahui masalah yang terkandung dalam butor soal, seperti; kemenduaan butir soal, kesalahan meletakan kunci jawaban, soal yang terlalu sukar atau terlalu mudah, atau soal yang tidak dapat membedakan anatar peserta didik yang mempersiapkan diri secara baik atau tidak dalam menghadapi tes.

4.      Dijadikan alat guna menilai butir soal yang akan disimpan dalam kumpulan soal atau bank soal yang baik menjadi kumpulan soal atau bank soal merupakan hal yang akan dianjurkan kepada guru.

5.      Memperoleh informasi tentang butir soal sehingga memungkinkan untuk menysun beberapa perangkat soal yang parallel. Penyusunan perangkat seperti ini sangat bermanfaat bila akan memudahkan ujian ulang atau mengukur kemampuan beberapa kelompok peseta tes dalam waktu yang berbeda.

Dalam melakukan analisis butir soal ada 2 teori yang digunakan. Wardani Naniek dkk. (2012 :335 )mengemukakan 2 teori tersebut adalah teori tes klasik dan teori tes modern. Dalam melaksanakan analisis butir soal, ada 2 teknik yaitu teknik secara kualitatif dan kuantitatif

Berdasarkan hasil analisis daya beda, validitas dan reliabilitas instrumen tersebut daapt disimpulkan bahwa draf 1 instrumen penilaian domain kognitif 16 (80%) item memiliki daya beda yang baik, 13 (65%) item pernyataan valid dan indeks keandalan tergolong baik. Dalam instrumen tersebut masih terdapat banyak pernyataan yang belum valid, hal ini disebabkan karena hanya berbekal pengalaman secar teoritik. Oleh karena itu untuk menghasilkan instrumen penilaian domain kognitif yang lebih baik, dilakukan revisi terhadap draf I instrumen yaitu untuk item pertanyaan tidak valid dan memiliki daya beda kecil. Hasil uji Skala utama ini menggunakan siswa kelas IV SDN Kumpul Rejo 03 sebagai Subyek(masukan Hasil) dari uji coba ini soal nomor 20 tingkat kesukarannya dalam ketgori sukar. Dilakukan revisi diujikan lagi kepada siswa 10 Setelah menganilisis dan merevisi soal yang dianggap lemah Langkah berikutnya adalah melakukan uji coba skala sedang 10 siswa.

Hasil uji Skala utama ini menggunakan siswa kelas IV SDN Salatiga 05 sebagai Subyek (masukan Hasil) dari uji coba ini soal nomor 20 tingkat kesukarannya dalam ketegori sukar. Dilakukan revisi diujikan lagi kepada siswa 10. Setelah menganilisis dan merevisi soal yang dianggap lemah Langkah berikutnya adalah melakukan uji coba terkahir dengan menggunakan 20 siswa. Hasil uji produk akhir ini menggunakan Siswa kelas IV SDN Blotongan 01 sebagai subyek (masukan Hasil). Pengembangan instrumen disesuaikan dengan standar kompetensi (KI) dari Tema 8 Tempat Tinggalku subtema 2 Keunikan Daerah Tempat Tinggalku. Karena instrumen penilaian domain kognitif ini berfungsi untuk menilai hasil belajar siswa, yang merupakan bagian dari proses pembelajaran maka instrumen penilaian domain kognitif ini disusun dengan mempehatikan tingkatan penilaian ranah kognitif yang terdiri dari enam tingkatan yaitu mengingat (C1), memahami (C2), menerapkan (C3), menganalisis (C4) mengevaluasi (C5) menciptakan (C6) Kata Kerja Operasional (KKO) dalam tingkatan ranah kognitif digunakan untuk menyususn indikator penilaian yang tertera dalam kisi-kisi instrumen penilaian domain kognitif. Arikunto (2013: 134) menyatakan bahwa ranah kognitif yang cocok diterapkan di SD yaitu pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi. Selain itu dapat dilatihkan di sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), atau perguruan tinggi. Oleh karena itu, dalam penulisan soal obyektif ini hanya sampai pada C1 dan C3 karena penelitian ini berkaitan dengan pembelajaran di SD. Hasil telaah inilah yang digunakan untuk memperbaiki draf awal instrumen. Perbaikan draf awal juga didasarkan pada hasil validasi dari tim ahli. Hasil validasi dari tim ahli ini juga dijadikan acuan dalam penyususnan draf I instrumen yang digunakan untuk di ujicobakan kepada responden. Ujicoba dilakukan dengan melibatkan 15 responden.

Validitas dan reliabilitas merupkan indikator penting dalam menganalisis instrumen. Hasil dari analisis validitas dan reliabilitas inilah yang dijadikan acuan untuk memperbaiki isntrumen setelah pelaksanaan ujicoba. Tingkat kesukaran soal pada umumnya dinyatakan dalam bentuk proporsi yang besarnya berkisar 0,00-1,00 (Aiken(1994) dalam Wardani Naniek 2012 : 338. Asesmen Pembelajaran SD)

Setelah melakukan perbaikan instrumen disusun kembali dan digunakan untuk uji coba lapangan. Hasil ujicoba dengan jumlah siswa 30 siswa mendapatkaan hasil, tingkat kesukaran r ≤ 025 ≤ p ≤ 0,75.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa instrumen penilaian kognitif Tematik Kelas 4 tema 8 sub tema 2 pada semester genap tahun ajaran 2015/2016 dapat dikembangkan atau digunakan lagi namun dengan revisi.



Daftar Pustaka

Seran, Vitalia Luruk. 2016. Pengembangan Instrumen Penilaian Kognitif Pembelajaran Tema 8 Tempat Tinggalku Sub Tema 2 Keunikan Daerah Tempat Tinggalku Kelas 4 SD Semester 2 [Skripsi] Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universityas Kristen Satya Wacana Salatiga.

https://text-id.123dok.com/document/7qvvp6olq-pengolahan-data-uji-instrumen-hasil-uji-coba-instrumen-penelitian-analisis-data.html, di akses pada tanggal 26 November 2021.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merancang Instrumen Penilaian Tes Tertulis