Konsep Dasar Pengembangan Instrumen Penilaian Agama Islam

 A.    Makna Pengembangan Instrumen Penilaian Agama Islam 

Instrumen penilaian dapat disebut sebagai alat penilaian  alat evaluasi yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi, baik dengan tes ataupun non tes. Pengembangan instrumen penilaian adalah upaya untuk mengembangkan instrumen penilaian berdasarkan analisis kebutuhan menjadi produk baru dengan diuji keefektifannya dahulu, sehingga menghasilkan produk yang berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat. Jika dikaitkan dengan agama Islam, maka pengembangan instrumen penilaian terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan agama Islam saja.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat dismpulkan bahwa pengembangan instrumen penilaian agama Islam ialah suatu upaya untuk mengembangkan alat penilaian sehiingga dapat menghasilkan data atau informasi yang bermanfaat dan akurat.

B.     Prinsip Pengembangan Instrumen Penilaian Agama Islam

Secara istilah, prinsip merupakan landasan atau dasar pola berpikir dan bertindak. Dalam konteks pengembangan instrumen penilaian agama Islam, prinsip yang dipegang  tidaklah boleh bertentangan dengan prinsip penilaian. Prinsip penilaian menbutuhkan proses yang tersusun secara tersistematis mulai dari pengumpulan data, menginterpretasi dan menggunakan informasi dan membuat keputusan dalam menyimpulkan penilaian.

Beberapa prinsip penilaian yaitu terdiri dari:

1) Validitas (validity)Validitas berasal dari kata validity  yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukur dalam melalukan fungsiukurnya.  Suatu tes memiliki validitas yang tinggi apabila alat pengukuran (tes) dapat membuktikan kebenaran suatu hasil ukur, hal ini tercermin dari hasil yang diperoleh dari pengukuran, sebaliknya suatu tes memiliki validitas yang rendah apabila hasil ukur atau besaran yang mencerminkan tidak sesuai dengan tujuan dan hasil ukur. Sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur.

2) Reliabilitas (Reability)Realibitas berasal dari kata realibity  berarati sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Suatu hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama, diperoleh hasil pengukuran yang relatif sama. Hakikat realibitas instrumen berhubungan dengan masalah  konsistensi.

3) KewajaranBatas kewajaran penilaian artinya tidak bias, tidak berat sebelah atau adil. Suatu penilaian seharusnya bebas dari bias gender, ras, status ekonomi atau karakteristik lainnya.  Kewajaran penilaian tidak memandang status sosial, laki-laki atau perampuan, kaya atau miskin, berdarah biru atau masyarakat jelatah semua memiliki hak yang sama untuk mendapatkan prestasi, kepopuleran, mendapatkan ilmu pegetahuan dan  keterampilan.

C.    Tujuan Pengembangan Instrumen Penilaian Agama Islam

        1)      Mendiagnosa kesulitan belajar peserta didik muslim

        2)      Membangkitkan  motivasi  belajar peserta didik muslim

        3)      Meningkatkan  prestasi belajar peserta didik muslim

        4)      Meningkatkan  kualitas pendidikan Islam

D.    Fungsi Pengembangan Instrumen Penilaian Agama Islam

         1) Membantu peserta didik untuk  mengetahui kemampuannya dalam  menguasai suatu materi            terkait agama Islam

        2)      Mengetahui perkembangan kompetensi siswa

        3)      Membantu guru untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan 

E.     Manfaat Pengembangan Instrumen Penilaian Agama Islam

        1)      Terciptanya pengalaman belajar agama Islam yang bermakna

        2)      Terbentuknya kepribadian peserta didik yang religius

        3)      Meningkatnya mutu pembelajaran Agama Islam

        4)    Menghasilkan output muslim yang berkualitas dan berdaya saing


DAFTAR PUSTAKA

Ekawatiningsih, Prihastuti. Pengembangan Instrumen Penilaian Berbasis Kompetensi untuk Meningkatkann Kualitas Pembelajaran Produktif di SMK, INVOTEC, Vol XI, No.1, Februari 2015.

Nurdalia. 2017. Mengembangkan Instrumen Penilaian. Makalah dalam mata kuliah “ Desain Pembelajaran ”  Program Pascasarjana (S2) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Sudarto. 2015. Pengembangan Instrumen Penilaian Aspek Kognitif Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas VII Di Smp Islam Thoriqul Huda Cekok Tahun Ajaran 2014-2015[Skripsi] Jurusan Tarbiyah, Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Ponorogo.

Wijayanti, Tutik dkk, Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran (Implementasi Penilaian Kemampuan Berfikir Kritis dan Karakter Demokratis pada Materi Sistem Politik Indonesia dengan Metode Pembelajaran Role Playing BerbasisKonservasi). Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology 3 (2) (2014).

file:///C:/Users/ZAI-COM/Downloads/1829041042-BAB%202%20KAJIAN%20TEORI.pdf, h. 1, diakses pada tanggal 23 September 2021.

https://123dok.com/document/z3ero58q-modul-pengembangan-instrumen-tes.html, diakses pada tanggal 23 September 2021.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merancang Instrumen Penilaian Tes Tertulis